Bulukumba SP Di perapatan Kajang Tanete semakin hari semakin memprihatinkan. Bagaimana tidak, rambu dilarang parkir di perapatan itu seolah tidak di hiraukan oleh ulah para sopir ditambah dengan adanya tenda atau lapak pedagang kecil di sudut jalan atau di depan rumah jabatan Camat Bulukumpa.
Pantauan suara perubahan sangat terlihat jelas mulai mobil Pete-pete jurusan Kajang dan Bulukumba yang parkir menunggu penumpang bahkan ada juga angkutan kota antar propinsi jurusan Makassar juga terparkir tidak jauh dari rambu dilarang parkir yang seolah tidak dipatuhi oleh para sopir, padahal lokasi terminal pasar Tanete tidak jauh dari lokasi tersebut.
Agus salah seorang warga sekitar itu mengatakan : ini sudah sangat-sangat mengganggu dan sudah banyak yang mengeluhkan, saya kira pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk sekali-kali turun ke lapangan karena kan disitu ada rambu dilarang parkir pasti para sopir tahu dengan rambu itu tapi mereka seolah tidak menghiraukan.
Dan setiap hari pasar Tanete ada petugas dari Dinas Perhubungan tidak jauh dari lokasi itu tapi seolah mereka juga bersifat masa bodoh dengan keadaan ini, yang terlihat petugas itu hanya memungut retribusi dan terkadang juga tidak memberi karcis retribusi kepada pihak sopir lalu kalau kita bertanya dalam hati, apa memang begitu aturannya retribusi tanpa dan karcis…? Yunus salah seorang sopir juga mengeluhkan masalah ini.
Hampir setiap hari pasar pak karena disini pasar dua kali dalam seminggu ya…cuman Rp. 1000,- tapi kali banyak mobil pak, dan hampir semua tidak ada yang diberi karcis retribusi saya kira sekarang sudah saatnya ini harus dibenahi oleh pihak terkait.
Dan sementara itu jalan ke Kajang yang menjadi polemic menjadi terminal bayangan di perapatan Tanete, kondisinya juga sangat memprihatinkan sekali jalan propinsi ini yang menghubungkan Tanete Kajang hampir semua ruas jalan terdapat lubang besar dan kecil sehingga sangat mengganggu arus transportasi ini. Amir warga Balangriri juga angkat bicara, yang jelas ini jalan pak sejak tahun 1996 setelah aspal belum pernah tersentuh Homix atau Laston dan lubang di tengah jalan antara Tanete Kajang sudah banyak memakan korban karena banyak pengendara yang terjatuh apalagi karena kondisi hujan seperti ini lubang itu berlumpur dan tertutup dengan genangan air. Tentunya saya berharap kepada pihak Pemerintah propinsi dan PEMKAB Bulukumba untuk memperhatikan jalan kami ini. Apalagi sudah hampir Pemilihan Gubernur semoga ada perhatian bukan janji.
Kuncinya (TIM SP).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar