Selayar SP - Pemandangan Mengantri Bensin di ke-3 APMS di
Kabupaten Kepulauan Selayar minggu (13/11) merupakan Pemandangan yang Tak Asing
lagi sejak Pilkada Tahun 2010, Kelangkaan bensin makin menjadi jadi setiap harinya
terlihat antrian kendaraan di beberapa APMS untuk mendapatkan bensin.
Kelangkaan bensin di Selayar sudah berlangsung cukup lama, selain itu di
beberapa tempat disekitar Kota Benteng khususnya pengecer bensin di jual dengan
harga 8 ribu perbotol malah sampai 10 ribu, beberapa pemilik kendaraan di
Selayar mengaku kesal karena pihak terkait seakan - akan tutup mata dengan
kelangkaan Bensin bukan hanya bensin, tapi terkadang Gas 3 Kg juga di beli dengan
harga 20 Ribu per tabung. Beberapa waktu lalu pihak DPRD Selayar sudah
memanggil pihak pengelola APMS dan agen minyak tanah serta Pemerintah, untuk
membicarakan kelangkaan BBM dan solusinya, tapi BBM tetap langka.
Ada permainan apa ini?
demikian di katakan Saleh, warga Benteng karena terkadang ke-3 APMS tersebut
tutup dengan tulisan Bensin Habis sedang di Pengecer (penjual botolan) bensin
banyak dengan harga 8 ribu sampai 10 ribu per botolnya dan ketika mereka
ditanya mereka mengatakan kami beli dengan harga Rp. 1 juta seratus per drum dari
APMS atau dari pihak ke-3 jadi kami jual dgn harga sekian, sedang menurut Saleh
kan Bensin sudah ada subsidinya dari Pemerintah Daerah untuk Pengangkutan jadi
tidak perlu ada alasan APMS menjual dalam bentuk Drum ke Pengecer dgn harga Rp.
5 ribu per liternya tetap APMS harus menjualnya dengan harga standar Pertamina
Rp. 4 ribu lima ratus per liternya.
Senada dengan pernyataan
wakil ketua DPRD Selayar Drs. Abd Gani beberapa bulan lalu diruang Penerima
Aspirasi DPRD Kab. Kepulauan Selayar, bahwa BBM ada yang bawa keluar Kabupaten
dan beliau menyaksikan langsung kejadian tersebut. Ini salah satu contoh, bahwa
ada oknum yang sengaja menyelundupkan BBM, dan di duga melakukan spekulasi.
Olehnya itu saya berharap kepada Pemerintah Selayar dalam hal ini, Bupati
Selayar Syahrir Wahab untuk turun langsung
sidak para APMS dan Pengecer Bensin dan pangkalan demi kesejateraan masyarakat
Selayar katanya, karena kalau BBM langka otomatis perekonomian lumpuh, pendapatan masyarakat ikut berkurang.
Kelangkaan Bensin di Kab. Kepulauan selayar sungguh ironis
dibanding Kabupaten-kabupaten lainnya di Indonesia dimana rata-rata Kabupaten
memiliki 2 sampai 4 SPBU sedang di Kab. Kepulauan Selayar satu - satunya Kabupaten yang belum memiliki
SPBU di Sulsel, dan kalau ke 3 APMS itu
tidak mampu membangun SPBU, sebaiknya Pemerintah dan PT. Pertamina mencabut
saja ijinnya dan berikan kepada insvestor dari dalam dan luar Daerah yang mampu
untuk membangun SPBU di Selayar kata
salah seorang Mahasiswa Selayar yang tidak mau disebutkan namanya.
Salah seorang warga Selayar yang di temui SP di tempat terpisah
mengatakan bahwa, saat ini kendaraan roda 2 dan roda 4 tiap hari bertambah,
sementara Antrian Bensin dan mendorong kendaraan menjadi pemandangan setiap
hari di Kabupaten Kepulauan Selayar, ini akan terus menerus terjadi dan Bensin
tetap langka selama SPBU tidak ada di Daerah ini dan bagaimana dapat disebut
kemajuan dan keberhasilan pembangunan, katanya. Kecuali pihak terkait bersurat
dan memohon ke pihak Pertamina untuk membangun
SPBU dan penambahan jatah BBM. Saat ini jatah bensin ke Selayar adalah APMS PATTAUNGAN 39 tangki, TANRI JAYA
HAJI PAHA 38 tangki serta PUTRI DIANA PARAPPA 10 tangki. Sementara itu,
beberapa warga didalam kota Benteng, kembali meluapkan kekecewaanya dengan
membuat spanduk yang bertuliskan" terima kasih BBM sdh langka" ini
adalah sebagian ekspresi kekecawaan
warga akibat langkanya BBM di Selayar kepada Pemerintah Kabupaten Selayar. Yang
menjadi pertanyaan, “Kira-kira kapanpi kita Nikmati itu Harga Pemerintah dan
tidak pernah antri-antri lagi dengan cara manual (liter-liter)” (Rd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar