Selamat Datang di Blog Swara Perubahan

Selamat Datang di Blog Swara Perubahan, Swara kritis, Swara independen dan Swara Terpercaya.
Segera Informasikan segala bentuk Pristiwa apa yang anda lihat, apa yang anda rasakan dan apa yang anda alami ke Email; swaraperubahan@gmail.com.

Minggu, 13 November 2011

Sudah Antri Harga Bensin Selayar 10 Ribu Perliter


Selayar SP - Pemandangan Mengantri Bensin di ke-3 APMS di Kabupaten Kepulauan Selayar minggu (13/11) merupakan Pemandangan yang Tak Asing lagi sejak Pilkada Tahun 2010, Kelangkaan bensin makin menjadi jadi setiap harinya terlihat antrian kendaraan di beberapa APMS untuk mendapatkan bensin. Kelangkaan bensin di Selayar sudah berlangsung cukup lama, selain itu di beberapa tempat disekitar Kota Benteng khususnya pengecer bensin di jual dengan harga 8 ribu perbotol malah sampai 10 ribu, beberapa pemilik kendaraan di Selayar mengaku kesal karena pihak terkait seakan - akan tutup mata dengan kelangkaan Bensin bukan hanya bensin, tapi terkadang Gas 3 Kg juga di beli dengan harga 20 Ribu per tabung. Beberapa waktu lalu pihak DPRD Selayar sudah memanggil pihak pengelola APMS dan agen minyak tanah serta Pemerintah, untuk membicarakan kelangkaan BBM dan solusinya, tapi BBM tetap langka. 

Ada permainan apa  ini? demikian di katakan Saleh, warga Benteng karena terkadang ke-3 APMS tersebut tutup dengan tulisan Bensin Habis sedang di Pengecer (penjual botolan) bensin banyak dengan harga 8 ribu sampai 10 ribu per botolnya dan ketika mereka ditanya mereka mengatakan kami beli dengan harga Rp. 1 juta seratus per drum dari APMS atau dari pihak ke-3 jadi kami jual dgn harga sekian, sedang menurut Saleh kan Bensin sudah ada subsidinya dari Pemerintah Daerah untuk Pengangkutan jadi tidak perlu ada alasan APMS menjual dalam bentuk Drum ke Pengecer dgn harga Rp. 5 ribu per liternya tetap APMS harus menjualnya dengan harga standar Pertamina Rp. 4 ribu lima ratus per liternya.

Senada dengan  pernyataan wakil ketua DPRD Selayar Drs. Abd Gani beberapa bulan lalu diruang Penerima Aspirasi DPRD Kab. Kepulauan Selayar, bahwa BBM ada yang bawa keluar Kabupaten dan beliau menyaksikan langsung kejadian tersebut. Ini salah satu contoh, bahwa ada oknum yang sengaja menyelundupkan BBM, dan di duga melakukan spekulasi. Olehnya itu saya berharap kepada Pemerintah Selayar dalam hal ini, Bupati Selayar Syahrir Wahab untuk turun langsung  sidak para APMS dan Pengecer Bensin dan pangkalan demi kesejateraan masyarakat Selayar katanya, karena kalau BBM langka otomatis perekonomian lumpuh,  pendapatan masyarakat ikut berkurang.

Kelangkaan Bensin di Kab. Kepulauan selayar sungguh ironis dibanding Kabupaten-kabupaten lainnya di Indonesia dimana rata-rata Kabupaten memiliki 2 sampai 4 SPBU sedang di Kab. Kepulauan Selayar  satu - satunya Kabupaten yang belum memiliki SPBU di Sulsel,  dan kalau ke 3 APMS itu tidak mampu membangun SPBU, sebaiknya Pemerintah dan PT. Pertamina mencabut saja ijinnya dan berikan kepada insvestor dari dalam dan luar Daerah yang mampu untuk membangun  SPBU di Selayar kata salah seorang Mahasiswa Selayar yang tidak mau disebutkan namanya.

Salah seorang warga Selayar yang di temui SP di tempat terpisah mengatakan bahwa, saat ini kendaraan roda 2 dan roda 4 tiap hari bertambah, sementara Antrian Bensin dan mendorong kendaraan menjadi pemandangan setiap hari di Kabupaten Kepulauan Selayar, ini akan terus menerus terjadi dan Bensin tetap langka selama SPBU tidak ada di Daerah ini dan bagaimana dapat disebut kemajuan dan keberhasilan pembangunan, katanya. Kecuali pihak terkait bersurat dan memohon  ke pihak Pertamina untuk membangun SPBU dan penambahan jatah BBM. Saat ini jatah bensin ke Selayar  adalah APMS PATTAUNGAN 39 tangki, TANRI JAYA HAJI PAHA 38 tangki serta PUTRI DIANA PARAPPA 10 tangki. Sementara itu, beberapa warga didalam kota Benteng, kembali meluapkan kekecewaanya dengan membuat spanduk yang bertuliskan" terima kasih BBM sdh langka" ini adalah sebagian  ekspresi kekecawaan warga akibat langkanya BBM di Selayar kepada Pemerintah Kabupaten Selayar. Yang menjadi pertanyaan, “Kira-kira kapanpi kita Nikmati itu Harga Pemerintah dan tidak pernah antri-antri lagi dengan cara manual (liter-liter)” (Rd)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SWARA PERUBAHAN DALAM VIDEO

Berita Nasional